hari ini tepat pukul 12 :16 yang ada pada layar monitor di komputer, disni aku lagi lagi di datangkan oleh sosok yang sangat aku kenal dan aku sangat tidak mengharapkan kehadirannya untuk saat ini,,
aku mulai tidak suka dengan keadaan ini di mana aku harus menyelesaikan tanggung jawabku kepada orang tua dan mengingat kenangan kenangan indah berasamamu dulu,
sebenarnya sudah beberapa hari ini aku selalu bermimpi bertemu dengan mu dan aku bingung antara bahagia dan sakit hati yang kamu berikan kepadaku,
aku mengambil selimut yang di berikan oleh ibuku sewaktu aku pulang kemarin, selimut itu bukan ku jadikan sebagaimana fungsinya, tapi ku jadikan sebagai gorden untuk menutupi udara dingin yang masuk di jendela kost ku..
aku merebahkan diri sejenak dari penat, memejamkan mata di pertengahan malam yang sangat dingin. mataku terpejam dan lagi lagi kulihat sosok kamu yang sangat manis. ya allah berikan petunjuk mu.
"wake me up when september ends"
--
*tong tong tong* aku mendengar penjaga malam memukuli tiang listrik di depan rumah kos ku, enatah apa salah si tiang listrik sampai tiap melam selalu di pukuli,, hahha.. aku mulai ngacoo..
Apa kabarmu cantik? kuharap kau tak terkejut dengan datangnya tulisan ini. Aku akhirnya memutuskan untuk menulis catetan ini untukmu. Entahlah, aku selalu merasa kau pasti bisa membaca catetan ini. semoga kamu baik baik saja disana.
aku merutuk dalam hati
aku beranjak ke layar monitorku, entah angin apa aku kembali membuka laman-laman facebook
tertawa melihat wajah wajah kita 1 putaran bumi yang lalu
hingga membawaku berada di sini, garis waktumu aku masih tersenyum, menikmati semua tentangmu
"semua yang terbaik dan yang terlewati
semua yang terhenti tanpa ku akhiri"
mmmmm rupanya kamu bahagia dengan dunia barumu. Sungguh, aku selalu ingin kau seperti itu. Membayangkanmu mengekal dalam kebahagiaan, membuat jiwaku kembali sepakat untuk berdamai dengan hati, merelakan mimpi-mimpi, lalu kembali melanjutkan hidup yang sudah terlampau hambar. Maafkan aku, yang masih sering terisak di malam hari, ketika mengenang masa masa indah bersama dan kau yang tak ada. Maafkan aku juga, yang masih suka menangis di pagi hari, merindukan kecupan kecilmu, yang biasanya memberiku tanda bahwa malam telah usai, semacam angin yang mengucap selamat pagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar